Wednesday, December 9, 2009
Friday, November 20, 2009
Menghitung hari

Inilah diriku....
rasa tak percaya bahawa aku mampu ke sini...
negeri asing ini..
Ya ALLAH..
Terima kasih..
Mampu beri aku peluang untuk mengecapi kejayaan...
KINI..
ku menghitung hari..
menghitung hari untuk memulakan hidup baru..
memulakan hidupku..
menjadi insan yang berjaya...
berjaya dunia dan akhirat...
selamat tinggal sepi...
selamat tinggal duka...
aku ingin lepaskan semua ni...
aku ingin kejayaan ini...
mak..
ayang tengah menghitung hari...
nak lihat mak dan ayah kecapi kebahagian ini...
mak ayah..ayang perlukan kekuatan..doa dari mak dan ayah..
Maafkan ayang andai ayang pernah menyakitkan hati mak dan ayah..
mak..ayah..
kini ayang ingin lihat kita mengecapi kebahagian bersama2..
tunggu ayang k..
AKU KINI MNGHITUNG HARI..
mencari siapa diri ku sebenar..
aku ingin tahu..siapa aku sebenarnya.
kejayaan..
kini aku menghitung hari mengejarmu..
mengejar kejayaan yang sebenar...
mengejar apa jua yang aku pernah impikan..
wahai hati...
tabahkan hatiku..
Ya Allah...
bantulah hambamu ini...
moga apa yang ku impikan..
berhasil..
dengan Redha Darimu..
inilah diriku....
salju kesepian....
Friday, November 13, 2009
AIRMATA RASULULLAH SAW...
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. 'Bolehkah saya masuk?' tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, 'Maafkanlah, ayahku sedang demam', kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, 'Siapakah itu wahai anakku?'
'Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,' tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi! bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
'Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut,' kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
'Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?', tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
'Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
'Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,' kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. 'Engkau tidak senang mendengar khabar ini?', tanya Jibril lagi.
'Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?'
'Jangan khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat
Muhammad telah berada di dalamnya,' kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. 'Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.'
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
'Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?'
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
'Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,' kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
'Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.'
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. 'Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku'
'peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.'
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
'Ummatii,ummatii,ummatiii?' - 'Umatku, umatku, umatku'
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, 'Siapakah itu wahai anakku?'
'Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,' tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi! bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
'Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut,' kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
'Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?', tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
'Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
'Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,' kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. 'Engkau tidak senang mendengar khabar ini?', tanya Jibril lagi.
'Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?'
'Jangan khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat
Muhammad telah berada di dalamnya,' kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. 'Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.'
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
'Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?'
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
'Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,' kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
'Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.'
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. 'Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku'
'peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.'
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
'Ummatii,ummatii,ummatiii?' - 'Umatku, umatku, umatku'
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Jom Dengar Lagu
Brothers
Doa Perpisahan
Pertemuan Kita Di Suatu Hari
Menitiskan Ukhwah Yang Sejati
Bersyukurku Ke Hadrat Ilahi Di Atas Jalinan Yang Suci
Namun Kini Perpisahan Yang Terjadi
Dugaan Yang Menimpa Diri
Bersabarlah Di Atas Suratan
Ku Tetap Pergi Jua
Kan Ku Utuskan Salam Ingatanku
Dalam Doa Kudusku Sepanjang Waktu
Ya Allah Bantulah Hamba Mu
Mencari Hidayah Daripada Mu
Dalam Mendidikkan Kesabaranku
Ya Allah Tabahkan Hati Hamba Mu
Di Atas Perpisahan Ini
"Teman Betapa Pilunya Hati Menghadapi Perpisahan Ini.
Pahit Manis Perjuangan Telah Kita Rasa Bersama. Semoga
Allah Meredhai Persahabatan Dan Perpisahan Ini. Teruskan
Perjuangan"
Kan Ku Utuskan Salam Ingatanku
Dalam Doa Kudusku Sepanjang Waktu
Ya Allah Bantulah HambaMu
Senyuman Yang Tersirat Di Bibirmu
Menjadi Ingatan Setiap Waktu
Tanda Kemesraan Bersimpul Padu
Kenangku Di Dalam Doamu
Semoga Tuhan Berkatimu
Brothers
Teman Sejati
Selama ini
Kumencri-cari
Teman yang sejati
Buat menemani
Perjuangan suci
Bersyukur kini
PadaMu Illahi
Teman yang dicari
Selama ini
Telah kutemui
Dengannya di sisi
Perjuangan ini
Senang diharungi
Bertambah murni
Kasih Illahi
KepadaMu Allah
Kupanjatkan doa
Agar berkekalan
Kasih sayang kita
Kepadamu teman
Ku pohon sokongan
Pengorbanan dan pengertian
Telah kuungkapkan
Segala-galanya...
KepadaMu Allah
Kupohon restu
Agar kita kekal bersatu
Kepadamu teman
Teruskan perjuangan
Pengorbanan dan kesetiaan
Telah kuungkapkan
Segala-galanya
Itulah tandanya
Kejujuran kita
Doa Perpisahan
Pertemuan Kita Di Suatu Hari
Menitiskan Ukhwah Yang Sejati
Bersyukurku Ke Hadrat Ilahi Di Atas Jalinan Yang Suci
Namun Kini Perpisahan Yang Terjadi
Dugaan Yang Menimpa Diri
Bersabarlah Di Atas Suratan
Ku Tetap Pergi Jua
Kan Ku Utuskan Salam Ingatanku
Dalam Doa Kudusku Sepanjang Waktu
Ya Allah Bantulah Hamba Mu
Mencari Hidayah Daripada Mu
Dalam Mendidikkan Kesabaranku
Ya Allah Tabahkan Hati Hamba Mu
Di Atas Perpisahan Ini
"Teman Betapa Pilunya Hati Menghadapi Perpisahan Ini.
Pahit Manis Perjuangan Telah Kita Rasa Bersama. Semoga
Allah Meredhai Persahabatan Dan Perpisahan Ini. Teruskan
Perjuangan"
Kan Ku Utuskan Salam Ingatanku
Dalam Doa Kudusku Sepanjang Waktu
Ya Allah Bantulah HambaMu
Senyuman Yang Tersirat Di Bibirmu
Menjadi Ingatan Setiap Waktu
Tanda Kemesraan Bersimpul Padu
Kenangku Di Dalam Doamu
Semoga Tuhan Berkatimu
Brothers
Teman Sejati
Selama ini
Kumencri-cari
Teman yang sejati
Buat menemani
Perjuangan suci
Bersyukur kini
PadaMu Illahi
Teman yang dicari
Selama ini
Telah kutemui
Dengannya di sisi
Perjuangan ini
Senang diharungi
Bertambah murni
Kasih Illahi
KepadaMu Allah
Kupanjatkan doa
Agar berkekalan
Kasih sayang kita
Kepadamu teman
Ku pohon sokongan
Pengorbanan dan pengertian
Telah kuungkapkan
Segala-galanya...
KepadaMu Allah
Kupohon restu
Agar kita kekal bersatu
Kepadamu teman
Teruskan perjuangan
Pengorbanan dan kesetiaan
Telah kuungkapkan
Segala-galanya
Itulah tandanya
Kejujuran kita
SAHABAT IEYD

Satu waktu dulu,
aku mencari dan mencari
di mana arah tuju hidupku?
Kuberjalan dan berjalan.....
sehingga langkahku terhenti....
destinasi ini...
satu destinasi asing bagi aku insan kerdil.....
”ieyd”.....Langkah ini mati untuk mengembara lagi...
Puas ku mengembara,kini telah ku temui destinasi yang sebenar...
”ieyd”.....dengan satu impian
dengan satu matlamat destinasi ini lah mampu
mengubah selangkah demi selangkah perjalanan hidupku..
”ieyd”
Nama yang cukup indah...
Disinilah ku simpan janji sehidup sematiku...
Impian ini Mampu membantu aku membina angan-anganku yang ku kuburkan dahulu..
”ieyd”
Destinasi ini juga..
Telah menemukan aku dengan insan bergelar sahabat...
Terima kasih hulurkan salam perkenalan buatku...
Terima kasih sudi menjadi temanku...
Terima kasih sahabatku...
Terima kasih....
Ketahuilah...
Destinasi inila...
Yang mampu menjadi saksi persahabatan kita bersama..
Sahabat ku..
Pertemuan kita di sini...
Di kolej ini...
menjadi sejarah buat kita semua...
Pertemuan.
Perkenalan....
Dan...
Jalinan persahabatan yang akan terjalin erat untuk selamanya..
Yakinlah sahabatku...
Destinasi yang kita pilih ini...
Sama tekat dan matlamat yang telah lama kita angan-angankan bersama
Ku ingin..
Kita sama-sama pegang satu matlamat
Berjaya dan terus berjaya...
sehingga ke penamat perjuangan kita.
”pendidik kerana Allah...
pendidik....pendidik...”
Sahabat...salam perkenalan di angin lalu...
Sapalah aku andai kita bersua...
Kini..hari ini...esok...dan selamanya..
kita ..
Adalah sahabat yang Allah ciptakan.......
Hari ini,izinkan aku teman,mengucapkan.....
Selamat berjaya sahabatku......
Sahabatku...
Walaupun kita akan terpisah...
Bukan bererti kita akan Dipisahkan untuk selamanya...,
Ketahuilah teman...
Hati kita akan sentiasa bersatu..
Walau kemana kita berada...
Ingatlah kenangan yang pernah kita bina bersama....
Ketahuilah.....
Kalian tetap dihati...
Kenangan yang terbina di ieyd ini mampu menjadi memori terindah bersama...
Sahabatku...
Ingatlah pesanku...
Kita adalah bakal pendidik...
Sebagai Pendidik.....
Hatinya perlu ikhlas mendididik
Mendidik hanyalah kerana Allah
Dan..
jangan kita sombong teman...
untuk meminta...
meminta keredhan daripadaNya..
Ingat satu pesan ku....
Andai pendidik keinginan dalam hidupmu......
Jangan sekali-kali teman
Mendidik kerana gaji belipat ganda...
Kuharap..
Dirimu mendidik
Kerana inginkan keredhan Allah..
Salam sayang di angin lalu....
Buat guru pelatih ieyd yang di sayangi...
RINDUNYE NYE NGAN KALIAN...
Ibu..Ayah,
Terima kasih atas segala-galanya...
Pengorbananmu..Didikan mu..
Kasih sayangmu....
Sehingga tak dapat terbalas segala jasamu...
Ibu...ayah...
Kerana mu,
Aku mampu mengenal huruf A to Z...
Kerana jasa MU...
Aku mampu berjaya menjejak kaki ke negeri asing ini..
Dan Keranamu jua...
Aku pasti impian ku ini kan tercapai jua di negeri ini ...
Ibu..ayah...
akan ku buktikan pada semua
Bahawa...anak mu ini...
Akan membuka mata semua orang..
Walaupun satu masa dulu di pandang hina...
di pandang rendah....
akan berjaya jua suatu hari nanti..
bukan untuk hari ini....
bukan untuk hari esok....
tapi kejayaan ini adalah untuk selama-lamanya...
bersabarlah sayang....
Ibu..Ayah...
dalam kehidupan yang kita lalui kini..
kuharap...
kesabaran itu penting dalam hidup kita...
usah di tanggisi kehidupan ini...
Jangan dikesali setiap dugaan yang silih berganti...
Jangan di ratapi apa jua yang bukan milik kita...
Dan perlu di syukuri rahmat yang telah diberi...
Ingatlah sayang...
Apa yang berlaku..
Kuasa dari Allah...
yang ingin Melihat kesabaran kita menerajui hidup ini..
Ibu..ayah...
kusedar..
Betapa dalamnya sayangmu padaku...
Sehingga tak terhitung pengorbanan yang di berikan..
Dari mula aku dalam rahimmu,hinggalah aku menjangkau usia remaja....
Dirimu tak pernah mengalah demi dan tak pernah jemu demi Buah hati mu ini.
Kalian tak pernah leka...
Memberi kasih sayang dan perhatian kepada aku..
Anak yang tersayang....
Ibu..ayah......
Setelah 23 tahun aku hidup bersama mu..
Kini akan ku buka mata semua insan di hadapan kita
Bahawa..
Kemiskinan bukan penghalang untuk kita mengecapi kebahagian dalam keluarga kita....
Ku akan berusaha dan terus berusaha..
Menjadi seorang pendidik yang di segani..
Demi mengembalikan maruah yang pernah tercalar dulu...
Ibu..ayah..
Tahukah kalian
Betapa rindunya aku pada semua..
Ayah..
Ibu ..
Kakak-kakaku...
Adikku..
Ayang merindui kalian...
Rindu yang teramat sangat...
Tapi,untuk merialisasikan impian
kita sekeluarga...
rindu itu terpaksa ku simpan demi impian yang ku cita-citakan...
rindu itu ku simpan sedalamnya di dalam satu ruang dan satu sudut..
di dalam hatiku...
kejauhan kita mengajarku erti kesabaran..
kejauhan ini mengajar aku erti rindu...
kejauhan ini mengajar aku erti kasih sayang yang sebenar..
kejauhan ini juga mengajar akau erti keseorangan...
dan ia juga mengajarku erti ketabahan..
Ibu..ayah...
Salam sayang di anggin lalu..
Ikhlas ku katakan....anak mu ini...
terlalu menyayangi kalian berdua...
Ibu..ayah..
akan ku buktikan betapa kasihnya aku pada kalian berdua..
tapi kusedar..
pengorbananmu tak terbanding tingginya...
sukar untuk ku balas pengorbananmu..
Namun..Akan ke hadiahkan untuk kalian berdua oh buah hatiku..
kejayaan yang akan membahagiaan kita bersama..Tunggu...
Terima kasih atas segala-galanya...
Pengorbananmu..Didikan mu..
Kasih sayangmu....
Sehingga tak dapat terbalas segala jasamu...
Ibu...ayah...
Kerana mu,
Aku mampu mengenal huruf A to Z...
Kerana jasa MU...
Aku mampu berjaya menjejak kaki ke negeri asing ini..
Dan Keranamu jua...
Aku pasti impian ku ini kan tercapai jua di negeri ini ...
Ibu..ayah...
akan ku buktikan pada semua
Bahawa...anak mu ini...
Akan membuka mata semua orang..
Walaupun satu masa dulu di pandang hina...
di pandang rendah....
akan berjaya jua suatu hari nanti..
bukan untuk hari ini....
bukan untuk hari esok....
tapi kejayaan ini adalah untuk selama-lamanya...
bersabarlah sayang....
Ibu..Ayah...
dalam kehidupan yang kita lalui kini..
kuharap...
kesabaran itu penting dalam hidup kita...
usah di tanggisi kehidupan ini...
Jangan dikesali setiap dugaan yang silih berganti...
Jangan di ratapi apa jua yang bukan milik kita...
Dan perlu di syukuri rahmat yang telah diberi...
Ingatlah sayang...
Apa yang berlaku..
Kuasa dari Allah...
yang ingin Melihat kesabaran kita menerajui hidup ini..
Ibu..ayah...
kusedar..
Betapa dalamnya sayangmu padaku...
Sehingga tak terhitung pengorbanan yang di berikan..
Dari mula aku dalam rahimmu,hinggalah aku menjangkau usia remaja....
Dirimu tak pernah mengalah demi dan tak pernah jemu demi Buah hati mu ini.
Kalian tak pernah leka...
Memberi kasih sayang dan perhatian kepada aku..
Anak yang tersayang....
Ibu..ayah......
Setelah 23 tahun aku hidup bersama mu..
Kini akan ku buka mata semua insan di hadapan kita
Bahawa..
Kemiskinan bukan penghalang untuk kita mengecapi kebahagian dalam keluarga kita....
Ku akan berusaha dan terus berusaha..
Menjadi seorang pendidik yang di segani..
Demi mengembalikan maruah yang pernah tercalar dulu...
Ibu..ayah..
Tahukah kalian
Betapa rindunya aku pada semua..
Ayah..
Ibu ..
Kakak-kakaku...
Adikku..
Ayang merindui kalian...
Rindu yang teramat sangat...
Tapi,untuk merialisasikan impian
kita sekeluarga...
rindu itu terpaksa ku simpan demi impian yang ku cita-citakan...
rindu itu ku simpan sedalamnya di dalam satu ruang dan satu sudut..
di dalam hatiku...
kejauhan kita mengajarku erti kesabaran..
kejauhan ini mengajar aku erti rindu...
kejauhan ini mengajar aku erti kasih sayang yang sebenar..
kejauhan ini juga mengajar akau erti keseorangan...
dan ia juga mengajarku erti ketabahan..
Ibu..ayah...
Salam sayang di anggin lalu..
Ikhlas ku katakan....anak mu ini...
terlalu menyayangi kalian berdua...
Ibu..ayah..
akan ku buktikan betapa kasihnya aku pada kalian berdua..
tapi kusedar..
pengorbananmu tak terbanding tingginya...
sukar untuk ku balas pengorbananmu..
Namun..Akan ke hadiahkan untuk kalian berdua oh buah hatiku..
kejayaan yang akan membahagiaan kita bersama..Tunggu...
Subscribe to:
Posts (Atom)